Rabu, 4 September 2019 13:20

Gunakan Speed Gun, Polisi Kandangkan Tiga Truk Tol Purbaleunyi

Pemeriksaan Kendaraan di Ruas Tol Purbaleunyi KM 121, Padalarang, Bandung Barat, Rabu (4/8/2019) [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Sekitar 100 lebih berbagai jenis kendaraan diberikan sanksi oleh pihak kepolisian dalam kegiatan pemeriksaan kelaikan kendaraan di Ruas Tol Purbaleunyi, KM 121, Padalarang Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (4/9/2019).

Berdasarkan pantauan, pemeriksaan kendaraan roda empat atau rump check dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Personel kepolisian yang dibantu personel dari Dinas Perhubungan Bandung Barat dan Jasa Marga menghentikan satu per satu kendaraan.

Pemeriksaan Kendaraan di Ruas Tol Purbaleunyi KM 121, Padalarang, Bandung Barat, Rabu (4/8/2019)

Untuk menyasar kendaraan yang melanggar, petugas juga menggunakan Speed Gun atau alat pengukur kecepatan kendaraan. Alat tersebut dimanfaatkan mengukur kecepatan kendaraan yang melintas. Sekedar informasi, batas kecepatan minimal di jalan tol adalah 60 dan maksimal 80.

Kasatlantas Polres Cimahi, AKP Suharto menjelaskan, kegiatan pemeriksaan kendaraan di ruas jalan tol ini dilaksanakan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti kecelakaan lalu lintas seperti yang terjadi di Tol Cipularang KM 91 Purwakarta.

"Kegiatan ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di jalan tol. Kegiatan ini pasca atau menindaklanjuti kecelakaan lalu lintas di KM 91 kemarin," ujar Suharto.

Seperti diketahui, kecelakaan beruntun yang terjadi di ruas Tol Cipularang KM 91 pada Senin (2/9) melibatkan sekitar 20 kendaraan dan menewaskan 8 korban jiwa. Dengan kegiatan ini pihaknya berharap bisa meminimalisir terjadinya kecelakaan serupa.

Ia mengungkapkan, dari sekitar 100 kendaraan yang diperiksa, petugas gabungan memberikan sanksi terhadap sembilan kendaraan. Tiga kendaraan jenis dump truck dan trailer terpaksa diamankan sebab tidak dapat menunjukan kelengkapan surat berkendaranya.

"Selain itu ada beberapa pengemudi yang tidak dapat menunjukan SIM, kita tilang juga," ujar Suharto. Sementara dari segi teknis, terang Suharto, mayoritas kendaraan dalam kondisi laik jalan. Hanya saja memang ada beberapa yang kondisi roda kendaraannya tidak laik. "Secara umum kondisi kendaraan cukup bagus. Hanya satu dua kendaraan ban-nya gundul dan kita laksanakan penilanagan," pungkasnya.