Jumat, 17 Oktober 2025 15:10

Gerakan Pangan Murah Amanah Bukti Pemerintah Hadir di Bandung Barat

Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail mengunjungi lokasi Gerakan Pangan Murah Amanah yang di laksanakan di Desa Tenjo Laut Kecamatan Cikalong Wetan, Jum'at 17 Oktober 2025. [istagram@prokompim_kbb]

Limawaktu.id, Bandung Barat – Untuk mengantisipasi gejolak harga pangan di masyarakat Kabupaten Bandung Barat, Pemda setempat menggelar Gerakan Pangan Murah Amanah yang di laksanakan di Desa Tenjo Laut Kecamatan Cikalong Wetan.

Turut hadir, Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail mewakili Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail. Gerakan pangan murah amanah yang di laksanakan secara serentak dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus memperingati hari pangan sedunia yang ke 45.

“ Gerakan pangan murah amanah ini dalam rangka mengantisipasi adanya gejolak harga pangan di masyarakat seperti beras,cabai rawit,cabai kriting,bawang merah,dan telur ayam karena kita ketahui beras,cabai dan bawang merupakan 3 komoditas menyumbang inflasi terbesar di Jawa Barat” kata Asep Ismail, Jum’at, 17 Oktober 2025.

Menurut dia, rangkaian kegiatan gerakan pangan murah 11 komoditi beras,minyak,gula, telur,daging sapi,daging ayam,cabai rawit,cabai kriting, bawang merah,bawang putih, diharapkan pangan murah ini dapat menjadi wujud kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan kegiatan ini menunjukan kehadiran pemerintah dalam melayani masyarakat di Kabupaten Bandung Barat agar kebutuhan pangannta bisa terpenuhi dengan harga yang murah,” katanya.

Anggota Komisi II DPRD Jabar, Tati Supriati Irwan, menegaskan bahwa sinergi antara legislatif dan eksekutif menjadi kunci agar masyarakat dapat menikmati pangan berkualitas dengan harga terjangkau.

 “Manfaatkan kesempatan ini untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan harga yang lebih ringan,” tegasnya.

Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda DKPP Jabar, Emma Armya Nadya, menjelaskan bahwa pelaksanaan GPM merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan, sekaligus bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah.

“Melalui GPM, pemerintah hadir langsung di tengah masyarakat untuk memastikan bahan pangan pokok tersedia dalam kondisi baik, berkualitas, dan dengan harga terjangkau,” ujar Emma.

Dalam kegiatan tersebut, sekitar 5 ton komoditas pangan disediakan, mencakup beras SPHP, beras premium dan medium, minyak goreng, telur, daging ayam, daging sapi, bawang merah, bawang putih, cabai, sayur mayur, dan buah-buahan segar. Semua dijual di bawah harga pasar berkat subsidi biaya angkut, kemasan, dan penyusutan.