Selasa, 30 Desember 2025 22:29

Gerakan Koperasi Tak Diminati Gen Z

Ketua Dekopinwil Jawa Barat Yuke Mauliani Septina, menghadiri Musda VI Dekopinda Kota Cimahi, Selasa, 30 Desember 2025. [Limawaktu.id]

Limawaktu.id, Kota Cimahi – Meskipun gerakan koperasi dipandang sebagai soko guru ekonomi di Indonesia, namun faktanya gerakan koperasi tidak diminati oleh generasi muda khususnya gen z. Hal itu menjadi perhatian  serius Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Barat dalam mengembangkan minat generasi muda khususnya gen zen terhadap koperasi.

Ketua Dekopinwil Jawa Barat Yuke Mauliani Septina menyebutkan, dari hasil survey yang dilakukan kepada 4000 responden, ternyata hasilnya menunjukan, generasi Z tidak berminat kepada koperasi apalagi menjadi anggota koperasi.

“ yang gen z tidak tertarik koperasi itu hasil survei ya yang diisi oleh masyarakat jadi intinya bukan masalah itunya jadi bagaimana kita mengajak anak-anak yang nanti menjadi pemimpin masa depan untuk ikut terlibat di koperasi jadi ketika mereka tidak tertarik berarti kan ada something yang harus kita selesaikan,” ungkap Yuke, usai menghadiri Musda VI Dekopinda Kota Cimahi, di Gedung Cimahi Technopark, Selasa, 30 Desember 2025.

Menurut Yuke, apakah   koperasi itu belum berdigitalisasi atau mereka pun tidak mengenali apa artinya koperasi , karenanya  Dinas maupun tugasnya Dekopinda  nanti memberikan edukasi, sosialisasi, dan kampanye agar semuanya bisa tertarik menjadi anggota koperasi.

“Karena jika anggota makin banyak, koperasi makin kuat,” kata Yuke.

Saat ditanya soal banyaknya koperasi di Kota Cimahi yang tidak melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT), Yuke menyebut, Dekopinda harus menjadi pendamping bagi koperasi yang ada agar mampu melaksanakan kewajibannya untuk melaksanakan RAT.

“ Dekopinda harus menjadi pendamping dalam pengembangan koperasi. Yang kedua adalah bagaimana  pengawasan yang dilakukan oleh Dinas sehingga koperasi yang ada bisa berjalan dengan baik,” papar Yuke.

Dalam Musda VI Dekopinda Kota Cimahi terungkap, dari 453 koperasi yang ada di Kota Cimahi, hanya 93 koperasi saja yang melaksanakan RAT, hal ini menjadi perhatian bagi Dekopinda untuk melakukan perbaikan-perbaikan, sehingga koperasi yang ada mampu melaksanakan RAT, sebagai salah satu kewajiban yang harus dilakukan sebuah koperasi.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengungkapkan, gerakan koperasi di Kota Cimahi sepertinya kehilangan induk. Pasalnya,  dari 453 koperasi yang ada di Kota Cimahi hanya 93 saja yang mampu melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada tahun 2024.

“Saya selaku Pemerintah Kota Cimahi merasa bangga bahwa hari ini bisa dilaksanakan Musyawarah Daerah ke-6 Dekopinda Kota Cimahi,  mudah-mudahan ekopinda Kota Cimahi bisa berdiri kokoh sehingga seluruh koperasi yang ada di kota Cimahi bisa lebih berkembang lagi,” ungkap Ngatiyana, saat membuka Musda ke-6 Dekopinda Kota Cimahi, di Gedung Cimahi Technopark, Jalan Baros Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan, Selasa, 30 Desember 2025.

 Menurut Ngatiyana keberadaan Dekopinda ini nantinya akan  menjadi satu-satunya wadah dalam pembinaan dan pengembangan koperasi di Kota Cimahi.

“Tadi disebutkan  ada 453 koperasi  tetapi yang aktif  RAT hanya 93, Ini kemungkinan besar adalah karena kehilangan induk harus ke mana Nah mudah-mudahan dengan Musda kali ini koperasi di Kota Cimahi bisa berjalan dengan subur untuk menyejahterakan anggota maupun masyarakat,” kata Ngatiyana.

Dia menjelaskan, pihaknya berharap kepada para ketua koperasi yang berada di Kota Cimahi yang tadi secara aktif sudah melaksanakan RAT  di awal tahun pada saat 2024,  mudah-mudahan nanti di awal tahun ini juga segera melaksanakan RAT.