Gebyar Sadulur Disabilitas Percepat Pelayanan Aministrasi Kependudukan
Limawaktu.id, Kota Cimahi – Untuk mendapatkan pelayanan dari pemerintah, setiap warga negara dituntut untuk memiliki surat katerangan administrasi kependudukan, tak terkecuali bagi para penyandang disabilitas. Namun, dalam implementasinya banyak penyandang disabilitas yang kesulitan untuk mengurus administrasi kependudukan.
“upaya untuk memastikan hak penyandang disabilitas dalam administrasi kependudukan terpenuhi dengan optimal Pemerintah Provinis Jawa Barat bersama dengan Disdukcapil kabupaten/kota menggelar Gebyar Sadulur Disbailitas. Program ini bertujuan untuk melakukan pendataan, perekaman, dan penerbitan dokumen kependudukan seperti akta kelahiran, KTP-el, dan KIA bagi penyandang disabilitas, “ terang Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Hella Haerani, di SLB A Negeri, Kelurahan Citeureup Kecamatan Cimahi Utara, Kamis, 14 Agustus 2025.
Menurut Hella, Gebyar Disabilitas Sadulur di Kota Cimahi berlangsung di 9 SLA yang ada, sementara yang dilayani di SLB A Negeri Citeureup sebanyak 330 orang. Namun, pelayanan adminsitrasi kependudukan ini tidak hanya berhenti saat kegiatan Gebyar saja, tetapi berlangsung setiap hari yang dilaksanakan di kelurahan, kecamatan atau di Mal Pelayanan Publik.
“Bagi penyandang sisabilitas yang datanya belum masuk saat ini Disdukcapil terus melakukan pelayanan,” katanya.
Sementara, Plt Kepala Disdukcapil Kota Cimahi, Dani Bastiani mengungkapkan, Gebyar Sadulur Disbailitas ini merupakan program dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dikolaborasikan dengan kabupaten/kota, pelayannnya tak hany berlangsung hari ini tapi dilaksanakan setiap hari.
“JIka ada masyarakat yang mengalami kesulitan silakan mendapatkan pelayannya baik di kelurahan, kecamatan atau Mal Pelayanan Publik. Pemkot Cimahi juga sudah punya perangkat aplikasi yaitu dilandacita,” ungkapnya.
Sedangkan orangtua dari salh satu penyandang disabilitas, Melia (39) mengaku merasa sangat terbantu dengan digelarnya Gebyar Sdaulur Disbulitas ini karena anaknya bisa mendapatkan pelayanan yang cepat untuk memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).
“Kami merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini karena karena tak memerlukan proses yang panjang dari awal tapi KTP bisa langsung jadi,” pungkas Melia.