Selasa, 27 Agustus 2019 12:08

Gas Erupsi Gunung Tangkuban Parahu tak Ramah Bagi Mahkluk Hidup

Menteri ESDM RI, Ignasius Jonan Memanta Kondisi Gunung Tangkuban Parahu, Selasa (27/8/2019) [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Menteri Energi, Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan menyebutkan, yang dikhawatirkan dari erupsi Gunung Tangkuban Parahu adalah munculnya gas H2S dan SO2 yang keluar bersamaan.

Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung Pos Pemantauan Tawan Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu pada Selasa (27/8/2019). "Yang dikhawatirkan adalah keluarnya gas bersamaan erupsi-erupsi kecil. Gasnya  H2S, SO2. Memang ini gas yang tidak ramah sama makhluk hidup," ungkapnya.

Ia mengungkapkan, sudah satu bulan erupsi berlangsung sejak Jumat (26/7/2018) lalu dan statusnya pun meningkat masih berada pada level II waspada. "Kami cek lagi, kira-kira mau diubah statusnya atau dicabut atau mau normal. Ternyata dari laporan aktivitasnya masih juga sama (erupsi). Sekarang gak bisa diturunkan statusnya," ujar Ignasius.

Dengan kondisi tersebut, kata dia,
maka rekomendasi yang dikeluarkan adalah jarak aman dari titik kawah Ratu sekitar 1,5 kilometer. Pihaknya tak bisa memastikan kapan erupsi itu akan berakhir. Ia menambahkan jika Kawah Ratu di Tangkuban Perahu merupakan salah satu kawah terbesar.

"Kalau ditanya bakal meletus besar seperti Gunung Agung. Kalau kita lihat mestinya tidak tapi yang dikhawatirkan adalah adanya gas," katanya. Ia melanjutkan, pihaknya melalui Pusat Vulkanologi, Mitigasi Bencana, Geologi (PVMBG) terus memantau aktivitas Gunung Tangkuban Perahu. Dengan peralatan seperti alat monitoring lengkap diantaranya GPS, Seismograf, pemantau gas dan lainnya.

"Kalau dalam jangka waktu yang diprediksi tidak akan timbul (erupsi). Baru kita menurunkan status, sekarang gak bisa diturunkan statusnya," katanya. Menurutnya, pihaknya pun menyiagakan petugas pemantau untuk terus memantau dan mengarahkan tim ahli untuk mengecek perkembangan terbaru Gunung Tangkuban Perahu. Dirinya menambahkan jika penutupan TWA Gunung Tangkuban Perahu berdasarkan melihat aktivitas vulkanologi.