Jumat, 6 Maret 2020 13:17

Gara-gara Virus Corona, Jahe Merah dan Temu Lawak Mendadak Hilang di Pasaran

Iis Sumiati (49), salah seorang pedagang rempah-rempah Pasar Atas Baru, Kota Cimahi saat ditemui, Jumat (632020). [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Komoditas jahe merah dan temu lawak mendadak langka di pasar tradisional Kota Cimahi. Selain langka, jenis rempah-rempahan tradisional itu juga harganya mendadak meroket.

Harga jahe biasa yang awalnya dijual Rp40.000 per kiilogram (kg) naik menjadi Rp50.000 per kg, harga kunyit yang biasanya Rp10.000 per kg naik menjadi Rp15.000 per kg. Kemudian temu lawak yang biasanya dijual Rp15.000 per kg naik menjadi Rp20.000 per kg.

"Yang paling mahal itu jahe merah. Terakhir saya jual Rp 80 ribu/kg. Normalnya Rp 50-60 ribu/kg," terang Iis Sumiati (49), salah seorang pedagang rempah-rempah Pasar Atas Baru, Kota Cimahi saat ditemui, Jumat (6/3/2020).

Langka dan tingginya harga sejumlah komoditas itu terjadi sejak munculnya informasi bahwa rempah-rempah tradisional tersebut bisa mencegah paparan novel Coronavirus Disease (Covid-19).

Dikatakan Iis, sejak viralnya informasi tersebut memang jahe merah dan temu lawak menjadi rempah-rempah tradisional yang paling dicari masyarakat. "Iya jadi banyak yang nyari. Tapi jahe merah sama temu lawak saya udah enggak punya stok. Udah 3 hari kosong," ujar Iis.

Tiga hari lalu, Iis masih memiliki 5 kg stok temu lawak. Biasanya ia mendapat kiriman pasokan dari luar daerah hingga 20 kg selama tiga hari. "Tapi dari distributornya juga udah enggak ada, kosong katanya. Jadi saya enggak belanja," sebutnya.

Begitupun dengan jahe merah. Biasanya ia membeli jahe merah dari Pasar Indung Caringin, Kota Bandung. Namun kondisinya juga sama-sama kosong. "Saya udah 2 hari enggak belanja, kan kosong dari sananya," tandasnya.

Hal serupa diutarakan Dede Mulyana (38), pedagang rempah lainnya. Sejak beberapa hari terakhir permintaan jahe merah dan temu lawak sangat meningkat. Namun, kondisi tersebut tak diimbangi dengan ketersediaan barangnya.

"Memang kosong dari sananya. Saya udah enggak belanja lagi udah 3 hari," tutur Dede.

Dikatakannya, terakhir dirinya memiliki beberapa kilogram stok jahe merah dan temu lawak. Sisa stok itu terpaksa hanya ia jual kepada pelanggannya. Itupun pembeliannya dibatasi.

"Terakhir saya punya sekarung. Saya jualnya hanya seperempat, yang mau beli 1 kg saya enggak kasih," ujar Dede