Kamis, 24 September 2020 7:49

Gagal Lelang 2 Kali, Bagaimana Nasib Pembangunan Lanjutan MPP Cimahi?

Proyek MPP Kota Cimahi [Foto Istimewa]

Cimahi - Proyek Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi senilai Rp 46 miliar lebih kembali gagal lelang. Kegagalan ini merupakan yang kedua kalinya tahun ini karena permasalahan yang sama, yakni peserta tidak ada yang memenuhi persyaratan.

"Udah 2 kali gagal, enggak ada yang memenuhi syarat," kata Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa pada Setda Kota Cimahi, Ainul Yakin, Rabu (23/9/2020).

Dalam lelang yang terakhir pada Agustus lalu, tercatat ada sekitar 37 perusahaan yang mengajukan penawaran untuk proyek MPP. Namun semuanya gugur dalam tahapan evaluasi yang meliputi administrasi dan teknis hingga tahapan klarifikasi sampai pembuktian.

Tidak ada peserta yang memenuhi persyaratan sesuai yang tertera dalam Peraturan Menteri PUPR Nomor 14 Tahun 2020 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Kontruksi Melalui Penyedia.

"Yang lolos administrasi aja 5 dari 37, kemudian masuk ke teknis rontok semua (gugur)," ujar Ainul.

Untuk langkah selanjutnya, lanjut Ainul, masih dibahas oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cimahi.

"Tindaklanjutnya belum tau seperti apa. Masih dalam rapat pembahasan informasinya ke saya," sebut Ainul.

Sekretaris DPUPR Kota Cimahi, M Sutarno mengatakan, pihaknya masih membahas kelanjutan proyek tersebut. Namun pihaknya tetap berharap MPP tahap kedua itu bisa dilanjutkan tahun ini meski tahun ini hanya menyisakan empat bulan lagi.

"Masih dalam pembahasan. Inginnya tahun ini, cuma bisa dan tidaknya tergantung hasil kajian dan waktu," katanya.

Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna sangat berharap pembangunan lanjutan MPP Kota Cimahi bisa terealisasi tahun ini. Apalagi proyek tersebut mendapat atensi langsung dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

"MPP mudah-mudahan bisa berlangsung. Mudah-mudahan tidak ada halangan, tahun depan bisa beroperasi," katanya.