Minggu, 7 Juni 2026 14:48

FOKUS 4 Jadi Wadah Penguatan SDM Broadcasting dan Perfilman di Jawa Barat

Pengurus Wilayah Perkumpulan Pendidik Broadcasting dan Perfilman (PERDIBROFI) Jawa Barat menggelar Forum Obrolan Kompetensi dan Update Skill (FOKUS) 4 di Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial, Ruang Public Relation, Telkom University, Sabtu (6/6/2026). [Istimewa]

Limawaktu.id, Kota Bandung - Pengurus Wilayah Perkumpulan Pendidik Broadcasting dan Perfilman (PERDIBROFI) Jawa Barat menggelar Forum Obrolan Kompetensi dan Update Skill (FOKUS) 4 di Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial, Ruang Public Relation, Telkom University, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan ini menjadi ajang penguatan kapasitas guru sekaligus wadah kolaborasi untuk menjawab perkembangan industri broadcasting, perfilman, dan media digital yang semakin dinamis.

Mengusung tema “Penguatan Strategi dan Kolaborasi untuk Memajukan Pendidikan, Industri, serta Kompetensi di Bidang Broadcasting dan Perfilman”, FOKUS 4 menghadirkan para akademisi dan praktisi guna berbagi wawasan, pengalaman, serta praktik terbaik dalam pengembangan pembelajaran berbasis industri kreatif.

Peserta yang hadir merupakan pengurus wilayah PERDIBROFI Jawa Barat dari berbagai daerah, di antaranya Garut, Bandung, Tasikmalaya, Indramayu, dan Purwakarta. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen organisasi dalam memperluas jejaring sekaligus meningkatkan kompetensi pendidik vokasi di bidang komunikasi audiovisual.

Sejumlah narasumber tampil dalam forum tersebut, yakni Dr. Rana Akbari Fitriawan selaku Kaprodi S1 Ilmu Komunikasi dan Pembina PERDIBROFI Jawa Barat, Dr. Firdaus Azwar Ersyad, serta Rizca Haqqu, S.Sn., M.I.Kom.

Materi yang disampaikan mencakup strategi pengembangan kompetensi pendidik, praktik produksi konten kreatif, hingga pengelolaan informasi dan pemberitaan di lingkungan pendidikan. Forum ini juga menjadi ruang dialog antara akademisi, organisasi profesi, dan guru untuk menyelaraskan kebutuhan pendidikan dengan perkembangan industri kreatif.

Guru SMKN 1 Katapang, Aas Asliyah, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan guru yang mengelola jurnalistik dan produksi berita di sekolah.

“Materi yang diberikan memberikan pengetahuan baru dan sangat membantu guru dalam mengembangkan kemampuan membuat berita di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Pembina PERDIBROFI Jawa Barat, Dr. Firdaus Azwar Ersyad, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi akademisi dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang broadcasting dan perfilman.

“Kegiatan ini menjadi salah satu inisiatif akademisi untuk berkontribusi kepada masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi di bidang broadcasting dan perfilman,” kata Firdaus.

Menurutnya, pendidikan broadcasting dan perfilman saat ini tidak cukup hanya berfokus pada keterampilan teknis produksi. Para pendidik juga harus mampu memahami perubahan lanskap media, membaca kebutuhan industri, serta mengembangkan model pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kreativitas.

Karena itu, forum seperti FOKUS dinilai penting untuk menjaga kesinambungan peningkatan kompetensi guru sekaligus menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan industri kreatif.

Usai kegiatan FOKUS 4, agenda dilanjutkan dengan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PERDIBROFI Jawa Barat. Rapat membahas evaluasi organisasi, penguatan tata kelola, penyusunan program kerja, serta strategi kolaborasi yang akan dijalankan ke depan.

Koordinator Wilayah PERDIBROFI Jawa Barat, Yudi Yuli Krisna atau yang akrab disapa Yudi Gentong, mengatakan Rakerwil menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh program organisasi berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat nyata bagi anggota.

“Rakerwil ini membahas berbagai evaluasi dan program kerja agar organisasi dapat berjalan secara optimal. Kami ingin PERDIBROFI Jawa Barat semakin solid, terarah, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kompetensi guru broadcasting dan perfilman,” ujarnya.

Melalui Rakerwil tersebut, pengurus wilayah merumuskan berbagai langkah strategis untuk memperkuat peran PERDIBROFI sebagai wadah profesional bagi para pendidik broadcasting dan perfilman. Program-program yang dirancang diharapkan dapat berjalan lebih terukur, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi peningkatan kualitas pendidikan vokasi.

Kolaborasi antara PERDIBROFI Jawa Barat dan Telkom University juga diharapkan semakin mempererat sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dan organisasi profesi. Dengan demikian, pengembangan kompetensi guru dapat terus berjalan selaras dengan kebutuhan dunia pendidikan dan tuntutan industri kreatif yang terus berkembang.