Fenomena Kemunculan Ajag di KBB yang Cabik-cabik Hewan Ternak Warga
Limawaktu.id - Munculnya ajag atau anjing hutan serupa 'srigala' di wilayah selatan Kabupaten Bandung Barat (KBB) disebut karena lapar akibat tidak adanya sumber makanan di hutan, sehingga satu-satu cara yakni turun ke pemukiman warga untuk memangsa kambing.
Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Rongga, Lili Sarifudin, mengatakan, faktor lapar tersebut, bisa dilihat dari kemunculan ajag itu dengan cara bergerombol. Dalam satu kali memangsa kambing hewan tersebut datang sebanyak 5 ekor.
"Kemunculan ajag itu kurun waktunya cukup lama, kemungkinan karena faktor lapar tidak ada makanan di tempatnya (hutan)," kata Lili saat dihubungi, Sabtu (11/1/2020).
Tak hanya di daerah Kecamatan Gunung Halu seperti di Kampung Cihurang, Cadas, Legokbolang, Warungkupa, Desa Bunijaya. Ajag itu juga memangsa kambing warga di Kampung Pasir Huni Desa Cibedug, Kecamatan Rongga.
Menurutnya, kemunculan ajag atau anjing hutan yang memangsa kambing milik warga di wilayahnya disebut-sebut fenomena yang cukup langka.
Menurut Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Rongga, Lili Sarifudin, adanya ajag yang kerap memangsa kambing itu pernah terjadi beberapa tahun kebelakang dan baru terjadi lagi tahun ini.
"Kejadian ini memang langka, karena pernah dulu satu kali tapi kejadiannya sudah lama," ujar Lili.
Belakangan ini, ajag itu muncul di Kampung Pasir Huni dengan jumlah sebanyak 5 ekor, di antaranya 3 ekor berwarna hitam, 2 ekor anjing berwarna putih dan kuning.
Pihaknya, lanjut Lili, telah menentukan langkah untuk menangkal serangan anjing hutan atau ajag agar tidak kembali memangsa kambing milik warga setempat, bersama perangkat desa dan warga setempat sudah sepakat untuk memburu anjing tersebut.
"Kemarin kami sudah koordinasi dengan Dinas Peternakan KBB, apakah anjing itu akan diracun atau bagaimana, intinya akan diburu, kemudian dimusnahkan," beber Lili.
Pihak kecamatan, kata Lili, sudah melakukan pengecekan ke lokasi, yakni ke Kampung Pasir Huni Desa Cibedug, Kecamatan Rongga untuk mencari keterangan dari warga yang kambingnya pernah dimangsa ajag tersebut.
Sebelumnya, warga setempat Ale Sulaeman mengaku, saat itu dia merasa kaget saat melihat satu ekor ternak domba miliknya ditemukan tewas di kandangnya dalam kondisi yang sangat mengenaskan.
"Terlihat makhluk itu menggigit dan menyeret ternak saya keluar dari kandangnya, hampir semua ternak di kampung saya dimangsa," ujarnya.
Setelah dicabik-cabik, terdapat luka bekas cakaran dan cabikan di perut domba tersebut, bahkan organ tubuh dalam domba itu juga terlihat setelah kulitnya dicakar.