Kamis, 11 Desember 2025 18:37

Erwin Tersangka, Farhan Bilang Peringatan Bagi Pemkot Bandung

Wali Kota Bandung M Farhan memberikan keterangan pers terkait kondisi Wakil Wali Kota Bandung usai ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejadi Kota Bandung. [Diskominfo Kota Bandung]

Limawaktu.id, Kota Bandung - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan  menyebut pasca ditetapkannya Wakil Wali Kota Bandung Erwin sebagai tersangka oleh Kejari Kota Bandung,  menjadi peringatan penting bagi internal Pemkot Bandung, terutama bagi Inspektorat.

“Ini menjadi momen untuk introspeksi dan bersih-bersih,” tegasnya.

Farhan mengonfirmasi bahwa Erwin saat ini tengah dirawat di RSUD Bandung Kiwari. Namun ia belum dapat memberikan informasi detail mengenai diagnosis medis.

“Saya masih menunggu laporan diagnosisnya. Saya belum berani mengatakan karena saya bukan ahlinya dan ini berimplikasi pada status hukum beliau,” kata Frahan dikutip bandung.go.id, Kamis, 11 Desember 2025.

Farhan juga menegaskan bahwa sebagai Wali Kota, ia tidak bisa langsung menjenguk tanpa izin resmi dari Kejaksaan.

“Harus ada izin. Jangan sampai menimbulkan prasangka. Ini untuk menjaga objektivitas proses hukum," jelasnya.

Namun ia menegaskan, prinsip amanah tetap harus dijaga sesuai visi Kota Bandung.

Farhan menyatakan bahwa Pemkot Bandung masih mengkaji aturan terkait kemungkinan penyediaan pendampingan hukum bagi pejabat yang menghadapi proses hukum.

“Kita masih melihat aturannya. Pada dasarnya setiap warga negara berhak menentukan pendamping hukumnya masing-masing.”

Terkait status jabatan Erwin sebagai Wakil Wali Kota, Farhan menjelaskan bahwa prosesnya sudah berada di ranah Kemendagri.

“Kejaksaan akan menyampaikan pemberitahuan sekaligus izin kepada Kemendagri. Nanti Kemendagri yang menentukan statusnya.”

Mengingat Rendiana Awangga adalah anggota DPD Partai NasDem Bandung, Farhan yang berasal dari partai sama mengatakan bahwa persoalan tersebut merupakan ranah pribadi dan partai tetap menghormati proses hukum.

“Saya sudah berkonsultasi dengan DPP Partai NasDem. Partai akan mengawasi dan mengikuti perkembangan ini secara saksama dan menghormati proses hukum.”

Farhan menegaskan bahwa struktur partai tetap solid dan roda organisasi tetap berjalan.

Ketika ditanya mengenai komunikasi terakhir dengan Erwin, Farhan menjelaskan bahwa terakhir kali mereka berinteraksi adalah sebelum dan setelah Erwin berangkat umrah sekitar dua minggu lalu.

“Beliau sempat datang ke rumah, tapi saya sedang keluar kota. Setelah itu beberapa event beliau absen, dan saya menanyakan penyebabnya. Ternyata sakit,” jelasnya.

Farhan mengakui bahwa dirinya sangat terpukul.

“Saya sedih. Sedih pisan. Bagaimanapun juga teman seperjuangan,” ujarnya.