Selasa, 10 November 2020 13:41

Dua Warga Cimahi Diduga Digigit Nyamuk Aedes aegypti

Fogging di Sekitar Kediaman Warga yang Diduga Menderita Chikungunya [Foto Istimewa]

Cimahi - Kasus chikungunya terbilang langka di Kota Cimahi. Namun masyarakat tetap diminta waspada sebab baru-baru ini ditemukan dua warga yang diduga menderita penyakit tersebut.

Dua warga yang merupakan satu keluarga asal RW 16, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi itu merasakan sakit pada sendi-sendi, lemas hingga nyeri otot yang merupakan gejala chikungunya.

"Yang 2 itu baru diduga karena gejalanya mengarah dan hasil penyelidikannya ditemukan jentik," ungkap Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Romi Abdurakhman melalui staffnya, Eka Febriana saat ditemui, Selasa (10/11/2020).

Untuk kepastian paparan chikungunya, terang dia, harus melalui uji laboratorium. Namun untuk sementara ini belum bisa dilakukan mengingat laboratorium yang ada fokus untuk menguji sampel Covid-19. 

Petugas, kata dia, sudah melakukan fogging di sekitar kediaman terduga atau suspeck tersebut. Fogging dilakukan sebagai salah satu upaya untuk memutus penularan chikungunya, media penularannya melalui nyamuk, sama dengan Demam Berdarah Dangue (DBD).

"Tapi tetap harus ditangani dan diobati sampai sembuh. Kita juga sudah lakukan fogging," ujarnya.

Awal tahun, ungkap Eka, pihaknya sempat mengirim sampel sebanyak 20 orang yang diduga menderita chikungunya. Hasilnya ada sekitar 10 lebih yang terkonfirmasi positif menderita penyakit yang jarang ditemukan di Kota Cimahi ini.

"Alhamdulillah sampai sekarang belum ditemukan yang meninggal karena chikungunya. Bahayanya gangguan pada bagian sendi, sulit bergerak. Kalau di Cimahi memang langka, gak setiap tahun ada," jelasnya.

Chikungunya merupakan penyakit akibat infeksi virus yang ditularkan nyamuk Aedes Albopictus, satu jenis dengan nyamuk penyebab DBD. Cara berkembangbiaknya pun sama, yakni melalui genangan-genangan air.

"Cuma kalau chikungunya itukan ciri khasnya nyeri pada sendi sampai mengganggu aktifitas. Kalau DBD serangan pendarahannya cepat, ada emam juga," papar Eka.

Cara mengantisipasi penyebaran chikungunya pun sama seperti DBD. Seperti melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di rumah masing-masing. Plus 3M, yaknu menguras tempat penampungan air, menutup tempan penampungan air dan mendaur ulang barang bekas.

"Plus menghindari gigitan nyamuk dengan menggunakan rapelent dan sebagainya, dan tidak menggantung pakaian bekas," imbuhnya.