Rabu, 15 Oktober 2025 20:38

DPRD Kabupaten Bandung Barat Sesalkan Kasus Keracunan MBG di Cisarua

Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat Caca Herdiana meninjau Posko keracunan Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat, Rabu, 15 Oktober 2025. [Istimewa]

Limawaktu.id, Bandung Barat – Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat Caca Herdiana menyesalkan masih adanya dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)  yang bukan ahli gizi ditempatkan di SPPG. Hal itu terungkap saat dirinya meninjau Posko keracunan Makan Gizi Gratis di Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat, Rabu, 15 Oktober 2025.

“ Saya  mempunyai tanggung jawab moral meninjau langsung posko keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cisarua,”  terang Caca.

Dirinya menyesalkan menyesalkan, ahli gizi masih di isi oleh bukan ahlinya.

"Saya dengar, ahli gizinya ada lulusan sarjana akutansi ini harus dibenahi," kata politisi PAN ini.

Seperti diketahui, 161 siswa SMPN 1 Cisarua tumbang setelah menyatap MBG pada Rabu 14 Oktober 2024. Bahkan hingga hari ini, Kamis 15 Oktober 2024, korban keracunan masih berdatangan untuk mendapat penanganan medis. "Sebagain sudah pada pulang tapi ada juga yang berdatangan untuk mendapat penanganan medis," kata Caca.

Belum diketahui penyebab pasti keracunan tersebut. "Yang pasti menunggu hasil lab," sebut Caca.

Caca juga minta, potensi daerah bisa dimaksimalkan untuk memasok kebutuhan MBG.

Kunjugan DPRD  ke Badan Gizi Nasional (BGN) beberapa waktu lalu potensi daerah harus di utamakan. Seperti Lembang, Parongpong dan Cisarua penghasilan sayuran, telor, dan seharusnya dibeli dari petani sekitar. Tapi kenyataanya di beli di pasar.

Pengawasan terhadap dapur MBG yang memicu keracunan harus diperketat. Caca khawatir, bahan baku yang dibeli sudah kadaluarsa.

"Ini yang perlu diperhatikan. MBG yang sampai ke para siswa betul-betul gizinya diperhatikan," paparnya.

Komisi IV DPRD Kota Cimahi  akan  ikut dalam pengawasan program pemerintah agar bisa berjalan dengan baik.

Sementara, Pemkab Bandung Barat akan mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh tahapan pelaksanaan program MBG.

“Kedepannya BGN harus melakukan evaluasi lebih mendalam. Apalagi ini sudah kejadian kedua,” kata Bupati Bandung Barat, Jeje Richie Ismail saat meninjau korban keracunan siswa SMPN 1 Cisarua.

Demi menjaga keamanan siswa, kegiatan belajar mengajar di SMPN 1 Cisarua sementara dialihkan ke sistem daring (online) hingga kondisi sekolah dinyatakan benar-benar aman.

 “Untuk belajar mengajar akan dilakukan secara daring untuk sementara,” tegas Jeje.