Ditengah Pandemi Covid-19, Amankan Kebutuhan Pokok di Cimahi Hingga Bulan Ramadan?
Limawaktu.id - Pemkot Cimahi memastikan ketersediaan sejumlah kebutuhan pokok aman hingga dua bulan ke depan. Termasuk saat memasuki bulan suci ramadan akhir bulan ini.
Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi, Teja Dahliawati mengatkan, pihaknya juga sudah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga stabilisasi harga apabila terjadi lonjakan.
"Dari data dan informasi yang disampaikan pengelola toko modern, pasar pemerintah atau non pemerintah, dan bulog, sejauh ini untuk stok kebutuhan pokok Insya Allah aman," kata Teja saat dihubungi, Jumat (3/4/2020).
Dia menyebutkan, kebutuhan pokok yang diprediksi aman di antaranya beras, minyak goreng, tepung terigu, telur ayam, dan daging ayam. Pihaknya juga memastikan tidak ada penimbunan bahan kebutuhan pokok di Kota Cimahi, pihaknya kerap melakukan monitoring ke pasar-pasar tradisional dan modern secara rutin.
"Kemungkinan kecil penimbunan, karena satgas-nya di tambah, di samping satgas pangan ada juga gugus tugas percepatan dan penanganan Covid-19, yang tugasnya hampir seluruh bidang di garap," sebut Teja.
Sementara untuk harga, sampai saat ini menurut Teja, relatif stabil. Berdasarkan data Disdagkoperin, harga yang masih stabil di antaranya, minyak goreng kemasan Rp 13.500/liter, minyak goreng curah Rp 12.500/liter, telur ayam Rp 25.500/kg, dan daging ayam Rp 33.000/kg.
"Sejauh ini harga kebutuhan pokok masih stabil, kalaupun ada kenaikan belum ada yang lebih dari 10%," ujarnya.
Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga jelang Ramadan, pihaknya secara intens melakukan koordinasi dengan sejumlah stakeholder. "Insya Allah dengan koordinasi yang intens bersama Indag Provinsi dan Bulog, sejauh ini stok dan harga lebih terkendali," ungkapnya.
Pihaknya juga bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi serta Bulog merencanakan untuk menggelar operasi pasar murah (OPM) pada bulan puasa. "Kita akan laksanakan OPM untuk membantu meringankan beban masyarakat saat puasa," ucap Teja.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying atau membeli barang dalam jumlah banyak, karena panik belanja secara berlebihan. Mengingat stok kebutuhan pokok tersedia hingga 2 bulan ke depan.
"Tak perlu panik, persdiaan stok aman," imbuhnya.