Dedi Mulyadi Ajak Aisyiyah Atasi Persoalan Sosial dan Remaja di Jawa Barat
Limawaktu.id, GARUT – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM, mengajak organisasi perempuan Aisyiyah untuk terlibat aktif dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di wilayah Jawa Barat.
Ajakan tersebut disampaikan dalam sambutannya pada acara Resepsi Milad ke-109 Aisyiyah yang digelar oleh Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Barat di Pesantren Darul Arqam, Kabupaten Garut.
Dalam pidatonya, KDM menekankan pentingnya peran nyata dari organisasi kemasyarakatan (ormas), baik keagamaan maupun non-keagamaan, untuk keluar dari ruang pembinaan internal dan mulai turun langsung ke masyarakat.
Menurutnya, dampak positif organisasi akan terasa terbatas jika hanya berfokus pada urusan internal saja.Secara khusus, KDM menyoroti fenomena kerentanan anak remaja yang dipicu oleh kurangnya perhatian orang tua, termasuk anak-anak yang ditinggal ibunya bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI/TKI). Kondisi tersebut menjadi salah satu pemicu meningkatnya aksi tawuran serta perilaku menyimpang di kalangan remaja.
"Yang harus diberesin anak-anak yang ibunya jadi TKI, tiap hari kekurangan kasih sayang hingga akhirnya bawa celurit. Anak-anak perempuan yang broken home yang tiap hari nongkrong di luar pulang jam 12 malam. Nanti Aisyiyah turun menghampiri anak-anak yang nongkrong, peluk penuh cinta, ajakin ke majelis, anterin pulang. Kalau orang tuanya tidak ada, biarkan ibu-ibu Aisyiyah menjadi ibu angkat bagi anak-anak broken home," ujar KDM, Rabu, 24 Juni 2026.
Guna merealisasikan langkah tersebut, KDM mendorong Aisyiyah untuk menjalin kerja sama formal dengan pemerintah daerah agar program penanganan masalah sosial dapat berjalan secara terintegrasi.
Selain isu kenakalan remaja dan ketahanan keluarga, Gubernur Jawa Barat juga memaparkan sejumlah tantangan pembangunan yang tengah dihadapi pemerintah provinsi. Di antaranya meliputi pengentasan kemiskinan, perlindungan anak yatim, perbaikan rumah tidak layak huni, penurunan angka stunting, penurunan angka kematian ibu dan anak, hingga pembenahan infrastruktur jalan dan irigasi.
KDM mengakui upaya penyelesaian pembenahan tersebut menjadi tantangan berat menyusul adanya pemotongan anggaran sebesar Rp3,6 triliun dalam dua tahun terakhir.
Merespons ajakan tersebut, Ketua PWA Jawa Barat, Ia Kurniati, menegaskan komitmen dakwah Aisyiyah yang berorientasi pada perwujudan hayatan thayyibah atau kehidupan yang baik, tenang, dan berkah.
Ia menyatakan bahwa Aisyiyah Jawa Barat siap memitigasi konflik sosial melalui ruang dialog yang mencerahkan serta menyebarluaskan nilai perdamaian demi masa depan generasi penerus.
Sinergi ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Garut. Bupati Garut, H. Abdusy Syakur Amin, yang turut hadir dalam acara bertema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian” tersebut, mengapresiasi konsistensi Aisyiyah dalam mendampingi masyarakat dan mengajak organisasi ini untuk terus berkolaborasi memutus rantai kemiskinan di daerah.