Senin, 29 September 2025 11:42

Citra Pitriyami Ungkap Pentingnya Transportasi Massal ke Pangandaran

Bupati Pangandaran Citra Pitriyami menghadiri Groundbreaking pembangunan Auraya Villas di Kabupaten Pangandaran . [instagram@citrapitriyami1207]

Limawaktu.id, Pangandaran - Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengungkapkan, ketersediaan transportasi massal yang memadai, khususnya kereta api, akan sangat berdampak besar pada pengembangan sektor pariwisata sekaligus memperkuat daya tarik investasi di wilayah selatan Jawa Barat.

“Untuk reaktivasi sampai Cijulang, saya berharap mudah-mudahan pertemuan saya dengan Kadis Pariwisata dan Kebudayaan, Pak Lendra Sofyan, serta Staf Ahli Gubernur, Pak Benny Bachtiar, bisa menyampaikan langsung ke Pak Gubernur Jawa Barat untuk mendorong percepatan jalur kereta api ke Cijulang,” kata Citra, dalam keterangan tertulisnya, dikutip pangandaran.com, Senin, 29 September 2025.

Dia menilai, hadirnya jalur kereta api hingga ke Cijulang bukan sekadar membuka akses transportasi baru, melainkan juga akan memangkas waktu perjalanan wisatawan menuju Pangandaran. Selain itu, jalur ini akan menjadi faktor strategis dalam mendukung pemerataan pembangunan di wilayah selatan Jawa Barat yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur transportasi.

Meski demikian, Citra menyadari bahwa proses reaktivasi jalur kereta membutuhkan waktu dan tahapan yang cukup panjang. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Pangandaran berupaya melakukan langkah alternatif dengan mempermudah aksesibilitas wisatawan melalui penyediaan moda transportasi lanjutan dari stasiun terdekat.

Salah satunya adalah upaya penempatan shuttle bus di Stasiun Sidareja, Cilacap. Menurut Bupati, langkah ini merupakan hasil komunikasi lintas daerah agar wisatawan yang menggunakan jasa kereta api dapat melanjutkan perjalanan ke Pangandaran dengan lebih mudah dan nyaman.

“Kita sudah melakukan kerja sama untuk menempatkan shuttle bus di Stasiun Kereta Api Banjar, tapi belum berjalan dengan baik. Karena itu, kita mencoba mencari solusi lain dengan menempatkan shuttle bus di Stasiun Sidareja, Cilacap,” ujarnya.

Inisiatif ini diharapkan dapat menjembatani kebutuhan transportasi wisatawan sambil menunggu proses reaktivasi jalur kereta api Banjar–Cijulang terealisasi. Dengan adanya shuttle bus, wisatawan tidak perlu lagi bingung mencari transportasi alternatif begitu turun dari kereta, sehingga perjalanan menuju Pangandaran menjadi lebih efisien.

Reaktivasi jalur kereta Banjar–Cijulang sendiri sudah lama menjadi aspirasi masyarakat dan pemerintah daerah. Jalur tersebut dulunya pernah aktif pada masa kolonial Belanda dan memiliki nilai historis sekaligus potensi besar untuk mendukung mobilitas barang dan penumpang. Apabila dihidupkan kembali, jalur ini akan memperkuat integrasi transportasi di kawasan Priangan Timur dan selatan Jawa Barat, sekaligus mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.