Cetak Sejarah, Pemerintah Gulirkan Program Gentengisasi di Purwakarta dan Majalengka
Limawaktu.id, PURWAKARTA - Pemerintah Republik Indonesia secara resmi menggerakkan Program Gentengisasi untuk memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perajin genteng di Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Majalengka . Program yang dijalankan atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto ini mencatatkan rekor dan sejarah baru dalam volume pengadaan produk genteng lokal
Dalam keterangan persnya di Purwakarta, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait mengungkapkan, pemesanan tahap awal yang direalisasikan pada hari ini telah mencapai 500.000 genteng
“ Volume pemesanan ini diproyeksikan meningkat masif hingga 2,4 juta genteng pada bulan November, serta berlanjut pada bulan Desember di Kabupaten Majalengka,” ungkap pria yang akrab disapa Ara ini, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Menurut Ara, skala pemesanan besar ini merupakan yang pertama kali terjadi dalam sejarah industri genteng rakyat di kedua kabupaten tersebut . Guna menjamin mutu dan daya saing produk, pemerintah telah membangun ekosistem pembinaan UMKM secara intensif selama enam bulan terakhir
“ Melalui edukasi dan pengawasan berkesinambungan, para perajin lokal kini berhasil mengantongi sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) serta memenuhi kriteria keandalan dari Kementerian Perindustrian,” katanya.
Dari sisi permodalan, keberlangsungan produksi UMKM ini didukung penuh oleh skema pembiayaan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Jabar. Untuk memastikan akuntabilitas dan efektivitas pengadaan, seluruh tahapan program didampingi langsung oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sejak awal
“Pendampingan ini bertujuan agar upaya menggerakkan perekonomian daerah tetap berada dalam koridor tata kelola yang benar, transparan, dan tepat sasaran,” paparnya.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk berpihak pada perajin skala kecil ketimbang bergantung pada industri pabrikan besar
Dengan memegang teguh filosofi Sunda "Caina Herang, Laukna Beunang" (airnya jernih, ikannya tertangkap) serta nilai "Jasmerah", program ini tidak hanya menjaga kelestarian ekonomi lokal tetapi juga membuat sejarah baru dalam pemberdayaan perajin genteng di Jawa Barat