Jumat, 11 Mei 2018 17:41

CBA Desak KPK segera Panggil Aher terkait Dugaan Korupsi Bansos Jabar

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher). [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Direktur Center For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mendesak KPK untuk segera melakukan pengungkapan atas dugaan korupsi dalam penggunaan dana bantuan sosial (bansos) dan hibah Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Jangan mangkrak. KPK harus umumkan. Jika memang mangkrak, harus katakan, kenapa bisa mangkrak? Sehingga masyarakat siap membantu,” ujar Uchok kepada limawaktu.id, Jumat (11/5/18).

Menurutnya, KPK harus segera melakukan pengungkapan karena publik tak kunjung mendapat kejelasan atas kasus tersebut.

"KPK bisa memanggil Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) untuk dimintai keterangan. Ketegasan KPK dinilai bisa mematahkan opini bahwa lembaga anti-rasuah itu sedang melemah kinerjanya", tandas Uchok.

Diketahui kasus dugaan korupsi tersebut pertama kali dilaporkan oleh Budget Advocacy Group (BAG) ke KPK pada 2013 lalu dengan nomor resi pelaporan 2013-01-000396.

"Dari contoh kasus itu, dan banyaknya laporan yang masuk ke KPK, sudah selayaknya KPK untuk menindaklanjuti kasus tersebut," jelas Uchok.

Lebih lanjut Uchok menjelaskan bahwa dugaan korupsi sendiri menguat akibat ketiadaan mekanisme evaluasi oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait atas penyaluran dana hibah Pemprov Jabar di APBD 2013 diketahui mencapai nilai Rp5,8 triliun dengan besaran dana bansos mencapai Rp136 miliar.

"Pengungkapan kasus juga bisa menjadi pelajaran bagi kepala daerah lain mengingat biasanya satu atau dua tahun menjelang Pilkada, bansos kerap dimainkan untuk kepentingan politik, bukan demi kepentingan rakyat," pungkas Uchok.