Bupati Bandung Barat Tutup Sementara Dapur MBG Bermasalah
Limawaktu.id, Bandung Barat - Sampai dengan pukul 18.00 wib total korban keracunan usai menyantap makanan dari Program Makan Bergizi Gratis mencapai 393 siswa dari 14 sekolah. Sebagian besar sudah membaik dan bisa pulang ke rumah.
“Namun masih ada puluhan siswa yang masih dirawat, dan kami pastikan mendapat penanganan medis terbaik hingga benar-benar pulih,” ungkap Bupati Bandung Barat Jeje Ritchi Ismail, di akun instagramnya, Kamis, 25 September 2025.
Menurut Jeje, Pemkab Bandung Barat telah menetapkan kasus ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Langkah cepat yang dilakukan yaitu - Memperkuat layanan medis, Investigasi menyeluruh, Menutup sementara dapur MBG yang terindikasi bermasalah, serta melakukan Koordinasi dengan Badan Gizi Nasional untuk melakukan evaluasi standarisasi kebersihan dan pelaksanaan MBG di kabupaten Bandung Barat.
“ Doa dan dukungan penuh saya sampaikan untuk para siswa dan keluarga. InsyaAllah, dengan kerja sama semua pihak, anak-anak kita bisa segera pulih, sehat, dan kembali bersekolah,” kata Jeje.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat menetapkan kasus keracunan massal akibat menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cipongkor sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penanganan serta memastikan korban mendapatkan layanan terbaik.
Bupati menegaskan, Pemkab akan melakukan pendampingan penuh terhadap korban, sekaligus mengoptimalkan pelayanan medis hingga kondisi benar-benar pulih. Selain itu, dapur penyedia MBG di Cipongkor dihentikan sementara untuk keperluan investigasi.
Pemkab Bandung Barat juga akan mengevaluasi seluruh Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG) di wilayahnya. Dari data yang ada, masih terdapat 85 dapur MBG yang belum memiliki sertifikasi sehat.
“Kita akan memastikan semua dapur MBG segera tersertifikasi agar makanan yang diterima siswa aman dan layak,” tegas Jeje.
Hingga saat ini, investigasi penyebab keracunan masih berlangsung. Hasil uji sampel makanan diperkirakan keluar dalam 2–3 hari ke depan.