Bukan Meroket, Pedagang Malah Diprediksi Penjualan Sapi Turun Saat Idul Adha
Cimahi - Pedagang daging sapi di pasar tradisional di Kota Cimahi memprediksi jumlah penjualan malah akan menurun saat memasuki Idul Adha. Namun harga akan tetap stabil.
Menurut pedagang, penurunan penjualan itu dikarenakan masyarakat sudah disuguhkan dengan daging sapi kurban. Hal itu berkaca dari tahun lalu.
"Kalau harga biasanya tetap, cuma kiloan (jumlah penjualan) akan berkurang," kata Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Cimindi, Asep Rohendi saat ditemui, Jumat (3/7/2020).
Jika biasanya semua pedagang sapi di Pasar Cimindi bisa menjual hingga dua ekor lebih dalam sehari, namun saat Idul Adha nanti akan menurun hingga 30-50 persen.
"Memang kalau Idul Adha biasanya kurang dari 2 ekor. Kalau harga masih tetap Rp 110-120 ribu per kg," terang Asep.
Untuk mengantisipasi peredaran daging sapi yang dioplos dengan daging babi celeng, lanjut Asep, pihaknya kerap mendatangi jongko para pedagang untuk memberikan informasi. Untuk itu, dirinya memastikan pasar yang terletak di Jalan Mahar Martanegara itu aman dari peredaran daging oplosan.
"Insya Alloh Pasar Cimindi clear dari daging celeng. Kita selalu mendatangi jongko untuk memberikan sosialisasi tentang daging celeng," ujarnya.
Terpisah, Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna menyebutkan, pihaknya sudah pernah mengantisipasi kemungkinan masuknya daging sapi yang dioplos dengan daging babi ke pasar tradisional di Kota Cimahi.
"Kita antisipasi lewat upaya preventif dengan pemantauan dan pengawasan. Saya yakin sulit daging celeng masuk ke pasar tradisional resmi," kata Ajay.
Namun justri yang dikhawatirkan Ajay adalah daging celeng dijajakan di pasar tumpah. Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat tetap waspada jika ingin membeli daging sapi. Jika mencurigakan, lebih baik tidak dibeli.
"Penjual juga jangan merugikan pembeli dengan mengaku-ngaku daging sapi padahal celeng," tegasnya.