Rabu, 20 Mei 2026 13:39

Bima Arya Dorong Kepala Daerah Percepat Digitalisasi UMKM

Wamendagri Bima Arya menghadiri penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Nusa Tenggara dan Maluku 2026 yang dirangkaikan dengan Bazar UMKM Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Lombok, Rabu (20/5/2026). [Puspen Kemendagri]

Limawaktu.id, Lombok — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan pentingnya langkah nyata dan inovatif dari kepala daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, salah satunya melalui percepatan digitalisasi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Menurut Bima Arya, digitalisasi UMKM menjadi strategi penting agar produk lokal tidak hanya memiliki nilai tambah, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas seiring perubahan pola konsumsi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Yang penting bagaimana kita bisa penetrasi masuk ke algoritma kekinian melalui digital marketing, melibatkan anak-anak muda untuk berinovasi dan berkreasi agar produk lokal bisa masuk ke pasar mereka,” ujarnya dalam kegiatan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Nusa Tenggara dan Maluku 2026 yang dirangkaikan dengan Bazar UMKM Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Lombok, Rabu (20/5/2026).

Ia menilai penguatan UMKM membutuhkan inovasi yang terintegrasi untuk menjawab berbagai persoalan klasik yang masih dihadapi pelaku usaha. Tantangan tersebut antara lain keterbatasan teknologi produksi yang masih konvensional, rendahnya pemanfaatan digitalisasi, hingga lemahnya kapasitas manajerial dalam pengelolaan usaha.

Salah satu persoalan mendasar, kata Bima, adalah masih banyak pelaku UMKM yang belum mampu memisahkan pengelolaan keuangan pribadi dengan bisnis, sehingga berdampak pada pengembangan usaha.

Karena itu, ia menekankan bahwa kepala daerah beserta jajaran pemerintah daerah harus mampu menghadirkan strategi inovatif untuk memperkuat ekonomi lokal sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Salah satu tugas utama kepala daerah bersama jajaran pemerintah daerah adalah berpikir keras menghadirkan inovasi untuk menggenjot PAD dan pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.

Selain digitalisasi, Bima juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun ekosistem UMKM yang lebih kompetitif. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, Dekranasda, PKK, hingga komunitas lokal harus diperkuat, terutama dalam mengkurasi produk unggulan agar memiliki ciri khas, kualitas terjaga, serta mampu bersaing di pasar nasional maupun digital.

Bima turut menyoroti besarnya potensi lokal yang dimiliki Nusa Tenggara Barat, khususnya Pulau Lombok. Ia menilai berbagai produk unggulan, mulai dari kerajinan hingga kuliner khas daerah, memiliki peluang besar untuk berkembang jika ditopang strategi pemasaran yang tepat.

“Di NTB, di Lombok ini saya melihat potensinya besar. Bukan hanya kain-kain, tetapi juga banyak produk kuliner yang seharusnya bisa bersaing,” pungkasnya.

Dorongan percepatan digitalisasi UMKM ini diharapkan menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam memperkuat daya saing produk lokal, memperluas akses pasar, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.