Selasa, 21 Januari 2020 10:38

Besaran Program Sembako Naik, ini yang Akan Didapat Penerimanya

Kartu Keluarga Sejahtera [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Jumlah nominal bantuan Program Sembako bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tahun ini mengalami peningkatan dari Rp 110 ribu menjadi Rp 150 ribu. Termasuk penerima di Kota Cimahi.

"Jadi ada kenaikan Rp 40 ribu. Tahun sebelumnya Rp 110 ribu per keluarga per bulan, tahun ini jadi Rp 150 ribu. Jadi ada tambahan indeks bantuan," terang Kepala Bidang Sosial pada Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A) Kota Cimahi, Agustus Fajar di Pemkot Cimahi Jln. Demang Hardjakusumah, Selasa (21/1/2020).

Bantuan yang dulunya dinamakan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) itu akan dibagikan kepada 17.030 KPM di Kota Cimahi. Jumlah itupun mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yang hanya 16.530 KPM.

"Jadi bertambah 500 kuotanya untuk tahun ini," ucap Agustus.

Menurut Agustus, tambahan KPM penerima program Sembako ini diusulkan oleh daerah. "Pusat yang menetapkan, berdasarkan proxy meant test atau perangkingan. Bisa saja yang diusulkan nggak masuk (daftar penerima)," terangnya.

Agustus mengatakan, pemerintah juga memperluas cakupan komoditas bantuan pangan. Dari semula hanya komoditas beras dan atau telur, nanti bisa juga ikan, ayam, daging untuk sumber protein hewani. Sementara sumber protein nabati, ada kacang-kacangan temasuk tempe dan tahu.

"Sumber vitamin dan mineral ada pada sayur-sayuran dan buah-buahan. Sedangkan untuk sumber karbohidratnya ada beras atau bahan pangan lokal lain, sepert jagung pipilan, dan sagu," jelas Agustus

"Jadi sekarang lebih lengkap. Mudah-mudahan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan gizi, terutama anak-anak sejak dini," sambungnya. 

Ia melanjutkan, pemilihan komoditas bahan pangan dalam Program Sembako bertujuan untuk menjaga kecukupan gizi KPM. Selain itu untuk pencegahan stunting, dengan pemanfaatan bahan pangan oleh KPM untuk memenuhi gizi di 1.000 hari pertama kehidupan, yang dimulai sejak ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 6-23 bulan.

"Bagi anak usia 6-23 bulan, bahan pangan dari program Sembako diolah menjadi Makanan Pendamping ASI (MPASI)," ucapnya.