Belasan Gempa Bumi Terjadi di Pekan Kedua Oktober di Jabar
Limawaktu.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, minggu kedua Oktober 2019 telah terjadi 18 kejadian gempa bumi di wilayah Jawa Barat. Hal itu berdasarkan data Stasiun Geofisika Bandung. Gempa yang terjadi tersebut memiliki magnitudo bervariasi mulai dari 2,4 Skala Richter (SR) sampai 4,3 Skala Richter, yang didominasi oleh kejadian gempa bumi dangkal (kurang 60 km) di selatan Jawa Barat.
Kepala BMKG Klas I Bandung, Tony Agus Wijaya mengatakan, gempa-gempa yang terjadi di Jawa Barat dan sekitarnya berasal dari dua sumber utama, yaitu sumber gempa yang berasal dari zona subduksi lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia yang dimulai dari selatan hinggga ke utara Jawa Barat.
"Semakin ke utara zona subduksi tersebut semakin dalam, oleh karenanya berkorelasi dengan kedalaman gempa di zona tersebut yang bisa mencapai kedalaman sekitar 600 km di bagian utara pulau ini," bebernya Tony saat dihubungi, Jumat (18/10/2019).
Sumber gempa lainnya yakni berasal dari sesar aktif yang berlokasi di daratan Jawa barat. Setidaknya terdapat 4 sesar aktif di daerah ini, yaitu Sesar Cimandiri, Sesar Lembang, Sesar Baribis, dan Sesar Garsela. "Untuk di daerah Selat Sunda hingga selatan Banten ada beberapa sesar aktif, yaitu Sesar Ujung Kulon dan Sesar Semangko," katanya.
Masih kata Tony, gempa bumi adalah aktivitas alam dan menjadi tetangga manusia namun tetap melakukan langkah mitigasi pergurangan risiko secara bertahap. "Misalnya kita bisa sedini mungkin merencanakan jalur evakuasi ke ruangan terbuka terdekat, menata interior agar benda berat tidak jatuh saat gempa, dan memeriksa bangunan kita, agar memenuhi syarat bangunan tahan gempa," jelasnya.