Ayam TG Lebih Menggoda Konsumen, Ini Alasannya!
Limawaktu.id - Pergeseran konsumsi ayam mulai terjadi di Kota Cimahi sejak beberapa tahun terakhir. Jika dulu ayam broiler merajai pasaran, namun sekarang mulai muncul pesaingnya yakni ayam TG atau ayam yang masih berusia dua pekan.
Seperti yang terjadi di Pasar Atas Baru (PAB) Kota Cimahi. Meski baru dua pedagang yang menjajakan ayam TG, namun keberadaannya mulai dilirik oleh konsumen sejak beberapa tahun terakhir. Seperti yang dirasakan Dian Angraeni (30), salah seorang pedagang ayam TG di PAB.
"Ayam TG lebih banyak peminatnya sekarang, dulu jarang ayam TG. Kalau di sini baru ada 2 yang jual ayam muda kaya saya," tuturnya saat ditemui di PAB Kota Cimahi, Senin (16/12/2019).
Menurutnya, ayam muda berusia dua pekan mulai ramai diburu pembeli sejak tujuh tahun lalu. Menurutnya, salah satu alasannya adalah memang lebih segar dan lebih enak. "Jadi kaya ayam kampung, masih segar terus enak. Itu mungkin yang jadi alasannya," kata Dian.
Dalam sehari, ia bisa menjual ayam TG hingga 1 kwintal lebih. Namun kondisi itu terjadi apabila kondisi sedang ramai seperti pada akhir pekan. Dari penjualannya itu, Dian bisa meraup hingga Rp 3 juta dalam sehari. "Kalau hari biasa sih rata-rata kejual paling 70 kilo (kilogram) per hari, paling dapat Rp 2 juta," ucapnya.
Untuk harga, lanjut Dian, saat ini masih berkisar Rp 40 ribu per kilogram. Harga tersebut masih relatif stabil meski menjelang Natal dan Tahun Baru 2020. Menurutnya, harga akan naik saat mendekati hari besar nanti. "Prediksi sampai naiknya paling sampai Rp 43-45 ribu.
Nunung (40), penjual ayam broiler mengakui kondisi penjualan ayam saat ini masih stagnan. Belum ada peningkatan meski sudah akan memasuki Natal dan Tahun Baru. Pembelinya hanya didominasi oleh pelanggannya. "Masih gini-gini aja, stagnan. Kalau harga masih Rp 36 ribu," ujarnya