Kamis, 9 Oktober 2025 7:53

Atap Bocor dan Sering Banjir di Pasar Cimindi, Komisi 2 Lakukan Sidak

Limawaktu.id, Kota Cimahi - Kondisi  Pasar Cimindi yang memprihatinkan mengundang kedatangan Ketua dan Anggota Komisi 2 DPRD Kota Cimahi untuk melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi Pasar Cimindi di Jalan Mahar Martanegara Kelurahan Cibeureum Kecamatan Cimahi Selatan.

“Setelah kami melihat konidisi Pasar Cimindi ternyata kondisinya jika dilihat dari depan itu bagus tapi saat masuk ke dalam  sangat memprihatinkan,” ungkap Ketua Komisi 2 DPRD Kota Cimahi, Dadang Jaenudin, di Pasar Cimindi, Rabu, 8 Oktober 2025.

Menurut dia sudah saatnya Pasar Cimindi dilakukan revitalisasi agar kondisinya bisa lebih baik.  Komisi 2 DPRD Kotta Cimahi mendorong agar bisa dilakukan revitalisasi Pasar Cimindi ini, sehingga bisa bersaing dengan pasar lainnya.

“Jika melihat seperti ini kondisinya akan lebih sulit untuk bersaing, jika bisa dilakukan revitalisasi tentunya akan bisa berkembang, Pemkot Cimahi bisa melakukan koordinasi dengan Permerintah Provinis atau Pusat,  ” kata Dadang.

Sekretaris Komisi 2 DPRD Kota Cimahi Yefi Abdullah mengatakan, pihaknya akan mendorong kepada Pemerintah Kota Cimahi agar bisa melakukan perbaikan-perbaikan, sehingga pedagang bisa nyaman dan mengundang kedatangan pengunjung.

“Pasar Cimindi ini jika hujan bocor dan banjir. Kami mendorong agar ada kucuran dana dari Pemerintah Provinsi untuk perbaikan Pasar Cimindi ini,” katanya.   

Sementara, Kepala UPT Pasar Wawan mengucapkan terimakasih kepada para anggota DPRD Kota Cimahi yang sudah melakukan kinjungan untuk melihat secara langsung kondisi Pasar Cimindi dan langsung berdialog dengan para pedagang.

Disisi lain, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Cimindi Jefri menuturkan, pihaknya berterimakasih kepada Komisi 2 DPRD Kota Cimahi yang telah hadir di Pasar Cimindi sehingga aspirasi para pedagang bisa tersampaikan secara langsung dan berharap bisa tersampaikan kepada pihak eksekutif.

“Kami  menginginkan agar ada revitalisasi Pasar Cimindi ini dengan anggaran dari pemerintah, karena jika dilakukan oleh pihak swasta tentu akan dibutuhkan biaya yang tinggi yang dikeluarkan oleh para pedagang dan akan menyulitkan dalam kondisi sekarang ini ,” tuturnya.