Selasa, 21 Oktober 2025 14:41

Asep Ismail : Masjid Bisa Menjadi Pusat Peradaban

Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail menjadi narasumber dalam Pelatihan Manajemen Masjid yang diselenggarakan Dewan Masjid Indonesia KBB. [instagram@prokompim_kbb]

Limawaktu.id, Bandung Barat - Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali peran masjid sebagai episentrum kegiatan sosial, budaya, dan moral masyarakat.

Hal itu diungkapkannya, saat hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Pelatihan Manajemen Masjid yang diselenggarakan oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bandung Barat. Dalam kesempatan Asep menyampaikan materi bertema “Masjid Sebagai Pusat Peradaban (Imaroh)”,

“ Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi para pengurus masjid agar mampu mengelola masjid secara profesional, transparan, dan berdaya guna bagi umat,” kata Asep Ismail, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 21 Oktober 2025.

Dia menjelaskan,  Sinergi antara pemerintah daerah dan DMI atau Organisasi Keagamaan lain terus diperkuat untuk mewujudkan visi Bandung Barat AMANAH — Agamis, Maju, Adaptif, Nyaman, Aspiratif, dan Harmonis.

Masjid adalah rumah Allah  di muka bumi. Ia bukan sekadar tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat kehidupan umat Islam. Sejarah membuktikan, sejak masa Rasulullah , masjid berperan sebagai pusat spiritual, sosial, pendidikan, ekonomi, bahkan politik.

“Namun, seiring perjalanan zaman, peran masjid banyak yang menyempit hanya sebatas tempat shalat berjamaah,” jelasnya.

Menurut dia, Di era modern, ketika masyarakat menghadapi tantangan globalisasi, degradasi moral, krisis pendidikan, hingga melemahnya solidaritas sosial, menghidupkan kembali fungsi masjid menjadi kebutuhan mendesak.

Masjid memiliki peran penting dalam membangun solidaritas dan kepedulian sosial. Beberapa peran sosial masjid antara lain, Masjid menjadi titik temu berbagai kalangan kaya-miskin, tua-muda, pejabat-rakyat. Semua setara di hadapan Allah, sehingga masjid menjadi ruang penyatu umat.

“Masjid juga bisa menjadi Pusat Kegiatan Sosial mulai dari dari santunan yatim, pembagian zakat, hingga sedekah nasi bungkus bisa digerakkan dari masjid. Rasulullah sendiri menyalurkan bantuan sosial dari Masjid Nabawi,” katanya.

Tak hanya itu masjid juga bisa menjadi tempat untuk meningkatkan Solidaritas, Shalat berjamaah lima waktu membiasakan umat saling mengenal dan mempererat persaudaraan dan tempat Musyawarah dan Penyelesaian Konflik

“Masjid dapat menjadi ruang diskusi umat dalam menyelesaikan persoalan masyarakat dengan musyawarah yang penuh berkah,” pungkasnya.