Akankah Banjir Melong jadi Legenda ?
Kota Cimahi - Berlarut-larutnya pembebasan lahan menjadi kendala penyelesaian banjir yang sering terjadi di Kota Cimahi, khususnya di Kelurahan Melong . Hingga 2020, target pembebasan lahan untuk penyelesaian banjir Melong pun masih belum tuntas, ditambah lagi adanya wabah Covid-19 menjadikan program yang dibuat menjadi terhambat.
“Meskipun harus puluhan kali melakukan sosialisasi kepada masyarakat, kami tetap terus berusaha agar persoalan banjir di Kelurahan Melong ini bisa terselesaikan,” ungkap Kepala Dinas Perumahan dan kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi Nur Kuswandhana, kepada Limawaktu.id, Jum’at (29/7).
Dia menyebutklan, untuk pembebasan lahan di Kelurahan Pasirkaliki, Cigugur dan Melong memerlukan anggaran lebih dari Rp. 60 Miliar, sampai saat ini sudah terserap Rp. 39,08 Miliar. Penyelesaian banjir Melong tidak hanya dilakukan oleh Pemkot Cimahi saja, tetapi melibatkan Pemkab Bandung, Pemkot Bandung, dan Pemprov Jawa Barat, Balai Besar Wilayah Sungai Citarum dan Kementerian PUPR.
“Kami telah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, Pemprov dan kota dan kabupaten Bandung untuk mengatasai banjir Melong ini,” sebutnya.
Nur melanjutkan, harus ada dorongan pembebasan lahan supaya progres berlangsung lancar, disamping penjelasan yang tiada henti kepada masyarakat untuk menyadari jika penanganan banjir Melong ini menjadi kepentingan bersama antara pemerintah dan masyarakat.
“Kami harapkan banjir Melong yang sudah melegenda ini bisa tertangani dengan baik dan optimis jika pada 2022 banjir di Melong bisa dituntaskan,” pungkasnya.