Selasa, 21 Juli 2020 13:35

Ajay Jawab Santai Soal Cimahi Masuk Zona Kuning Sebaran Covid-19

Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna. [Foto istimewa]

Cimahi - Meski jumlah kasus positif virus korona atau Covid-19 menyisakan 12 orang, namun Kota Cimahi tetap masuk zona oranye. Artinya, Kota Cimahi masuk kategori risiko sedang dalam penyebaran virus korona.

Data tersebut berdasarkan hasil evaluasi dari Pemprov Jabar. Selain Kota Cimahi, ada Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok yang masuk zona oranye penyebaran Covid-19.

Menanggapi peningkatan status kewaspadaan Covid-19, Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna mengungkapkan tak mempermasalahkan adanya peningkatan status kewaspadaan Covid-19. Asalkan tidak ada penambahan kasus baru di Kota Cimahi.

"Saya sih setuju saja, justru itu agar masyarakat waspada lagi mengenai Covid-19 karena memang agak melonggar kedisiplinannya," ujar Ajay saat ditemui di Kelurahan Cibabat, Selasa (21/7/2020).

Ajay belum bisa memastikan faktor penyebab Cimahi masuk ke zona oranye dari zona kuning sebab jika melihat reproduksi kasus positif tidak sebanyak saat awal kemunculan Covid-19. Apalagi angka kesembuhan dari virus tersebut terus bertambah dan semakin cepat.

"Kalau melihat kasus sebetulnya tinggal sedikit. Tapi seperti kita tahu kemarin ada klaster baru di Pusdikpom dengan jumlah kasus 101 orang bisa jadi dari situ. Makanya masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan karena status zona oranye ini," jelasnya.

Meski berstatus zona oranye saat ini Kota Cimahi hanya menyisakan 12 kasus positif aktif Covid-19 yang sedang dalam penanganan di rumah sakit maupun secara mandiri. Kasus tersebut diyakini akan segera menyusul untuk sembuh.

"Mudah-mudahan tidak nambah lagi dan bisa nol kasus positif aktif. Mudah-mudahan bisa sesegera mungkin semuanya sembuh," tandasnya.