Selasa, 2 Juni 2020 16:57

8 Pedagang dan Pengunjung Reaktif Covid-19, Bagaimana Hasil Swab Test Ratusan Pedagang Pasar Antri Cimahi?

Petugas Medis saat melayani swab test massal di Pasar Atas Baru. [Foto istimewa]

Cimahi - Enam pedagang dan dua pengunjung pasar tradisional di Kota Cimahi yang reaktif berdasarkan hasil rapid test mengikuti swab test Corona Virus Disease (Covid-19) untuk memastikan penularan virus tersebut.

Dari delapan orang yang menjalani swab test akibat reaktif tersebut, 1 dipastikan tegas reaktif dan 7 orang lainnya samar reaktif rapid test namun tetap wajib menjalani test. 

Kepala Dinas Komunikasi Informasi Arsip dan Perpustakaan (Diskominfoarpus) Kota Cimahi Harjono mengatakan, enam pedagang yang diketahui pedagang Pasar Atas baru dan Pasar Antri serta pengunjung itu sebelumnya mengikuti rapid test bersama ratusan pedagang dan pengunjung lainnya pada Minggu (31/5/2020).

"Untuk yang tegas hasil rapid testnya reaktif 1 orang sedangkan 7 orang lainnya samar. Langsung kita lakukan swab test untuk memastikan hasilnya," ungkap Harjono saat dihubungi, Selasa (2/6/2020). 

Saat ini, ke 8 orang yang terindikasi terpapar Covid-19 itu langsung diharuskan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari sambil menunggu hasil swab testnya.

Jika hasilnya memang positif Covid-19, nanti akan diterapkan standar penanganan pasien positif dengan penjemputan menggunakan ambulan.

"Akan diisolasi secara terpusat di rumah sakit atau BPSDM yang jadi tempat isolasi," ujar Harjono. 

Sebelum hasil swab test keluar, pihaknya belum bisa mengambil keputusan apakah akan menutup Pasar Atas seperti Pasar Antri untuk menekan penyebaran Covid-19.

"Hasil rapid test tidak bisa dijadikan dasar untuk penutupan pasar. Kalau hasil swab testnya sudah keluar dan ada yang positif, tentu akan lain kebijakannya," bebernya. 

Selain 8 orang yang menjalani swab test akibat reaktif hasil rapid test, ada 68 orang lainnya yang juga melaksanakan swab test hasil tracing dari daerah yang ada kasus positif Covid-19 selama 3 hari terakhir. 

"Selain pedagang pasar dan pengunjungnya yang reaktif rapid test, ada juga sopir angkot dan hasil tracing puskesmas di lokasi yang ada kasus positif 3 hari terakhir," sebutnya.

Khusus hasil swab test yang dilakukan terhadap 130 orang warga dan pedagang di Pasar Antri Cimahi pada 27 Mei lalu, beber Harjono, sudah dipastikan negatif setelah datanya diterima dari Labkesda Jabar.

"Betul hasilnya sudah keluar semua yang ikut swab test di Pendopo DPRD Cimahi dan di Puskesmas Padasuka, alhamdulillah semuanya negatif," ungkapnya.

Namun keluarnya hasil swab test tersebut tidak akan langsung menjadi dasar pembukaan Pasar Antri Cimahi yang saat ini masih ditutup oleh pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19. 

"Pasarnya tidak langsung dibuka setelah hasil swab test Pasar Antri keluar. Jadi ada persiapan dan syarat yang harus dipenuhi dulu oleh para pedagang sebelum pasarnya dibuka lagi," katanya. 

Beberapa syarat yang menjadi kesepakatan pembukaan kembali Pasar Antri yakni memfungsikan kembali lorong di antara kios pasar yang saat ini terambil dan digunakan sebagai bagian dari kios pedagang. 

Selain itu pengelola wajib memperbanyak tempat cuci tangan, pengaturan kembali pintu masuk dan keluar agar lebih teratur, pembatasan jumlah pengunjung dan durasi berbelanja agar tidak terlalu padat, serta kawasan wajib masker. 

"Nanti juga ada petugas yang mengatur pengunjung dan mengecek di pintu masuk. Pedagang dan pengelola Pasar Antri harus memenuhi hasil kesepakatan itu sebelum pasar kembali beroperasi," pungkasnya.