3.489 Ibu Hamil Saat Pandemi Covid-19, Ini Pesan Penting dari Dinkes Cimahi
Cimahi - Angka kehamilan ditengah pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Cimahi cukup tinggi. Jumlah yang tercatat hingga April 2020 mencapai 3.489 ibu hamil.
Rinciannya, Januari sebanyak 781 orang, Februari sebanyak 983 orang, Maret sebanyak 893 orang dan April sebanyak 742 orang. Jika melihat data per bulannya, memang ada penurunan angka kehamilan sejak tiga bulan terakhir.
"Angkanya didapat dari data ibu hamil yang berkunjung ke fasilitas kesehatan di umur kehamilan 3 bulan pertama," terang Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Indah Gilang Indira saat ditemui, Selasa (9/6/2020).
Pihaknya sendiri menyarankan bagi pasangan suami istri untuk menunda kehamilan ditengah pandemi Covid-19. Pasalnya, terang Indah, metabolisme dan kebutuhan nutrisinya akan meningkat, sehingga kalau ada gangguan dari luar kondisinya imun tubuhnya akan menurun.
"Iya sebaiknya ditunda dulu," ucap Indah.
Namun bagi ribuan ibu yang sudah hamil hingga saat ini, pihaknya meminta tetap menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan pakai sabun, menggunakan masker, jaga jarak, tidak memaksakan keluar rumah dan mengkonsumsi makanan yang bergizi.
"Ibu hamil harus lebih hati-hati supaya tidak tertular, harus menjaga kondisi ibu dan bayinya agar tetap sehat. Jika ibu hamil tertular Covid-19, efeknya bisa berbahaya bagi ibu dan bayi yang dikandungnya," jelas Indah.
Pihaknya juga meminta ibu hamil agar selalu memperhatikan beberapa hal. Seperti untuk pemeriksaan kandungan harus membuat janji dengan dokter, ibu hamil hasil harus rajin membaca buku KIA.
"Karena semua informasi tentang kehamilan ibu hamil dan anak balita ada di situ," sebut Indah.
Kemudian, dirinya juga meminta untuk konsultasi dilakukan secara daring atau online. Kecuali jika merasakan gejala yang dianggap berbahaya.
"Konsultasi bisa dilakukan secara daring, jika ada tanda bahaya timbul pada bumil (ibu hamil) segera konsultasi," tandasnya.
Terpisah, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinas Dosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A) Kota Cimahi, Rosi Desrita berharap pasangan suami istri menggunakan program Keluarga Berencana (KB).
"Kita sarankan pakai KB untuk menunda kehamilan ditengah pandemi Covid-19," imbuhnya.
Berdasarkan data DinsosP2KBP3A Kota Cimahi, jumlah peserta KB aktif atau jangka pendek sudah mencapai 73.111 Pasangan Usia Subur (PUS) atau 79 persen. Sementara pengguna KB jangka panjang atau MKJP mencapai 23.433 PUS atau 32,05 persen.
"Itu data sampai April. Memang datanya terus naik partisipasi pengguna KB di Kota Cimahi, " sebutnya.