25 Tahun Kota Cimahi, DPRD Serukan Persatuan Hadapi Tantangan Ekonomi Global
Limawaktu.id, Kota Cimahi - Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Cimahi sebagai momentum memperkuat optimisme, kebersamaan, dan komitmen dalam mewujudkan kota yang semakin maju, berdaya saing, inovatif, serta sejahtera.
Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Cimahi dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-25 Kota Cimahi, Minggu, 21 JUni 2026.
Menurut Wahyu, Hari Jadi Kota Cimahi yang diperingati setiap tanggal 21 Juni berdasarkan Peraturan Daerah Kota Cimahi Nomor 30 Tahun 2003, memiliki makna penting sebagai penanda perjalanan sejarah sekaligus ruang refleksi untuk menilai capaian pembangunan dan merumuskan harapan masa depan.
“Momentum ini menjadi penanda perjalanan sejarah, sekaligus ruang refleksi bagi kita semua untuk menilai capaian, mengevaluasi langkah, dan merumuskan harapan bagi masa depan Kota Cimahi,” ujarnya.
Wahyu menuturkan, selama 25 tahun perjalanan sebagai daerah otonom, pembangunan Kota Cimahi tidak terlepas dari dedikasi para pemimpin terdahulu, aparatur pemerintahan, DPRD, serta seluruh elemen masyarakat yang telah memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan daerah.
Ia juga menyampaikan penghormatan kepada para perintis, pendiri, tokoh masyarakat, dan seluruh pejuang pembangunan Kota Cimahi yang telah meletakkan fondasi kuat bagi perkembangan kota hingga saat ini.
“Jasa dan pengabdian mereka telah menjadi fondasi kokoh yang mengantarkan Kota Cimahi tumbuh dan berkembang hingga mencapai berbagai kemajuan seperti yang kita rasakan saat ini,” katanya.
Wahyu mengapresiasi berbagai prestasi yang berhasil diraih Kota Cimahi baik di tingkat provinsi maupun nasional. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat.
Memasuki usia perak ke-25 tahun, lanjutnya, Kota Cimahi menghadapi berbagai tantangan sekaligus peluang pembangunan yang semakin dinamis. Karena itu, diperlukan tekad dan semangat bersama untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyu juga menyoroti kondisi ekonomi global yang saat ini masih penuh ketidakpastian. Berbagai faktor seperti dinamika geopolitik, fluktuasi harga komoditas, perubahan iklim, hingga perlambatan ekonomi dunia dinilai memberikan dampak terhadap aktivitas perekonomian daerah.
“Kita menyaksikan bagaimana sejumlah sektor usaha menghadapi tantangan yang tidak ringan, daya beli masyarakat yang masih perlu diperkuat, serta kebutuhan penciptaan lapangan kerja yang semakin besar,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa tantangan tersebut harus dihadapi dengan semangat persatuan, gotong royong, dan kolaborasi. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan bagian dari demokrasi yang sehat, namun kepentingan bersama harus tetap menjadi prioritas utama.
“Partisipasi yang positif, kritik yang konstruktif, serta kolaborasi yang kuat akan menjadi energi besar dalam mempercepat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.
Pada momentum peringatan Hari Jadi ke-25 ini, Wahyu juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Kota Cimahi atas berbagai capaian yang berhasil diraih pemerintah daerah. Salah satu prestasi yang membanggakan adalah keberhasilan Pemerintah Kota Cimahi meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama 13 kali berturut-turut sejak tahun anggaran 2012 hingga 2025.
“Penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan menjadi parameter objektif dalam menilai prestasi dan kinerja Pemerintah Kota Cimahi,” tegasnya.
Mengusung tema “Arunakarsa Perak Cimahi”, peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Cimahi dimaknai sebagai momentum lahirnya harapan baru, semangat untuk bangkit, serta tekad kuat menciptakan perubahan yang lebih baik.
“Cimahi siap melangkah menuju masa depan yang lebih maju dan masyarakat yang lebih sejahtera,” pungkas Wahyu.
Sementara, Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Cimahi bukan sekadar penanda bertambahnya usia daerah, tetapi juga momentum penting untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan pembangunan, mengevaluasi berbagai capaian, serta memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi tantangan masa depan.
Dikatakan Ngatiyana, selama seperempat abad berdiri sebagai daerah otonom, Kota Cimahi telah mengalami berbagai dinamika dan transformasi pembangunan. Dari sebuah daerah otonom baru, Cimahi kini berkembang menjadi kota yang memiliki identitas kuat sebagai kota militer, kota jasa, dan kota kreatif yang terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Peringatan hari jadi ini menjadi saat yang tepat untuk melakukan refleksi atas perjalanan pembangunan, mengevaluasi pencapaian, serta meneguhkan komitmen kita untuk terus melangkah ke depan,” ujar Ngatiyana.
Atas nama Pemerintah Kota Cimahi, ia menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada para pendiri, perintis, serta seluruh pemimpin terdahulu yang telah memberikan dedikasi terbaik bagi kemajuan Kota Cimahi. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh masyarakat yang selama ini berpartisipasi dan mendukung berbagai program pembangunan daerah.
Menurutnya, berbagai capaian pembangunan, prestasi daerah, serta kepercayaan yang diberikan kepada Pemerintah Kota Cimahi merupakan hasil dari kerja sama dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Salah satu capaian yang menjadi kebanggaan bersama, lanjut Ngatiyana, adalah keberhasilan Pemerintah Kota Cimahi meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 13 kali berturut-turut.
“Prestasi ini bukan sekadar penghargaan administratif, tetapi bukti nyata komitmen dalam menegakkan kepatuhan terhadap regulasi, menjaga integritas pengelolaan keuangan daerah, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” katanya.
Ia menegaskan bahwa capaian tersebut harus menjadi pengingat bagi seluruh aparatur pemerintah untuk terus menjaga kepercayaan publik melalui kinerja yang bersih, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Ngatiyana menambahkan, tema “Arunakarsa Perak Cimahi” mengandung makna harapan baru, energi baru, dan tekad baru untuk menghadirkan perubahan yang lebih baik bagi masyarakat.
Karena itu, pembangunan kota tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi, partisipasi, dan inovasi dari seluruh pemangku kepentingan.
“Kita ingin memastikan bahwa pertumbuhan kota berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Mari jadikan peringatan Hari Jadi ke-25 ini sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kinerja, dan membangun optimisme bahwa masa depan Kota Cimahi akan jauh lebih baik dibandingkan hari ini,” tuturnya.