1.566 Mahasiswa Diwisuda, 2 Orang Langsung Diikat Kontrak di Unjani
Limawaktu.id - Sebanyak 1.566 mahasiswa Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi menjadi Sarjana S-1 tahun ini setelah melewati ujian skripsi sesuai prodi dan fakultasnya masing-masing. Sebagai seremonial kelulusan, acara sakral berupa wisuda gelombang II pun mereka ikuti pada Kamis (10/10/2019) di Gedung Sasana Krida (GSK) Unjani Cimahi, Jalan Terusan Sudirman, Kota Cimahi.
Di antara ribuan wisudawan dan wisudawati, ada dua mahasiswa yang mendapat predikat lulusan terbaik. Yakni Twice Priestu sebagai lulusan terbaik program pendidikan sarjana kelompok ilmu eksakta dari Program Studi Farmasi dengan IPK 3,87, dan Sarah Febrina Yolanda sebagai lulusan terbaik program pendidikan sarjana kelompok ilmu sosial dari Program Studi Manajemen dengan IPK 3,97.
"Kali ini menjadi istimewa karena dua lulusan terbaik diberi beasiswa S2 oleh Yayasan Kartika Eka Paksi dan menandatangani kontrak untuk bergabung menjadi dosen di Unjani," ujar Rektor Unjani, Witjaksono. Pihaknya meyakini lulusan Unjani bisa berperan di masyarakat maupun bersaing di dunia kerja dan dunia usaha. Nilai-nilai ke-Achmad Yani-an yang dikemas dalam istilah KICK yaitu keen, integrity and intiative, courage and creativity serta knowledge, perlu senantiasa jadi pedoman.
"Harapannya para lulusan bisa terus membawa karakter Unjani terutama integritas paling dijunjung tinggi saat terjun ke masyarakat maupun dunia kerja. Kalau keterampilan, saya yakin lulusan Unjani mampu bersaing," ujarnya. Para lulusan Unjani sejak periode April 2019 dan selanjutnya secara gradual turut dibekali Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Hal ini sesuai arahan Permenristekdikti Nomor 59 tahun 2018 tentang Ijazah, Sertifikat Kompetensi, Sertifikat Profesi, Gelar dan Tata Cara penulisan gelar di perguruan tinggi.
"Sekaligus sebagai konsekuensi kurikulum yang berbasis KKNI. Demikian juga dengan sistem Penomoran Ijazah Nasional (PIN). yang akan mulai diterapkan Unjani," katanya. Menurutnya, sistem tersebut ini memberikan rekognisi terhadap para lulusan, termasuk para user sehingga tidak khawatir adanya ijazah palsu. Sebab keabsahannya bisa dilacak pada sistem daring bernama sivil atau 'sistem verifikasi ijazah elektronik'.
Ketua Pengurus Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP) Adi Mulyono mengatakan, wisudawan harus siap mengabdikan diri kepada masyarakat dan bangsa sebagai tenaga profesional di bidang masing- masing. YKEP berupaya memantapkan kualitas Unjani agar memiliki daya saing, baik di bidang akademik, pelayanan administrasi maupun fasilitas kampus dan lingkungan.
"Pengembangan sarana prasarana guna terpenuhinya fasilitas pendidikan. Juga diusahakan peningkatan kompetensi tenaga pengajar agar mutu hasil didik semakin meningkat," katanya. Pada tahun ini YKEP memberikan bantuan beasiswa studi lanjut bagi dosen dan lulusan berprestasi Unjani tahun 2019, yaitu beasiswa studi lanjut program doktor atau S3 bagi dosen atas nama Candra Yudistira Purnama, S.Psi., M.Psi., selaku Kepala Lab. Psikodiagnostika dan Miryam Ariadne Sigarlaki, S.Psi., M.Psi., selaku Pjs. Wakil Dekan III Fakultas Psikologi Unjani.
Pihaknya turut mendukung dan mendorong dosen-dosen Unjani yang sudah memiliki gelar doktor serta memenuhi syarat untuk melaksanakan percepatan guru besar. Sedangkan lulusan terbaik tahun 2018 yaitu Twice Priestu dan Sarah Febrina Yolanda akan mendapat bantuan beasiswa studi lanjut program magister (S2) dan berkesempatan berkarir di Unjani. "Beasiswa ini sebagai apresiasi kami atas prestasi masing-masing. Gunakan kesempatan belajar ini dengan baik dan berprestasi sehingga dapat memberi bakti kepada Unjani," tandasnya.