100 Siswa Sekolah Rakyat Cimahi Ikuti MPLS dan Cek Kesehatan
Limawaktu.id, Kota Cimahi – 100 orang yang diterima sebagai Siswa Sekolah Rakyat Kota Cimahi, hari ini mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara serentak bersama denga para siswa SR lainnya di 63 titik seluruh Indonesia, yang dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Masa pengenalan lingkungan sekolah ini dipusatkan di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 10 Kabupaten Bogor, di Sentra Terpadu Inten Soewono (STIS) Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (14/7/2025).
Untuk Sekolah Rakyat Kota Cimahi, masa MPLS dilaksanakan di kampus Sekolah Rakyat yang berlokasi di Sentra Abiyoso Kementerian Sosial, Jalan Kerkof, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.
Kepala Sentra Abiyoso Feri Afrianto menjelaskan, Selama MPLS, selain pengenalan lingkungan sekolah, para siswa juga akan menjalani cek kesehatan gratis, kedisiplinan, tes talenta DNA, hingga pengenalan kartu siswa.
“Cek kesehatan gratis ini akan dilakukan selama tiga hari untuk memeriksa seluruh siswa agar bisa terdeterksi jika ada yang mengidap penyakit menular, jika ada anak yang mengidap penyakit menular untuk dipulihkan terlebih dahulu agar bisa mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat, ” jelas Feri, kepada Limawaktu.id.
Dia berharap para siswa dan orang tua di Sekolah Rakyat Sentra Abiyoso ini bisa merasa nyaman selama menguikuti proses pendidikan, sehingga bisa lebih focus mengikuti proses pembelajaran.
Sementara, Kepala Sekolah Rakyat Sentra Abiyooso Kota Cimahi Muhammad Ikhsan Ramadhan mengatakan, pihaknya sudah siap untuk melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah Rakyat.
“Kami sudah siap untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar, termasuk para guru juga sudah pada hadir,” kata Ikhsan.
Para siswa di Sekolah Rakyat ini diminta untuk semangat mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat.
“Alhamdulillah Presiden Prabowo Subianto sudah memberikan kesempatan kepada seluruh rakyat untuk ikut serta dalam pembelajaran,” paparnya.
Sedangkan salah satu orang tua siswa Ny. Oka mengaku senang anaknya, lulusan SD Cipageran Mandiri 2 Kecamatan Cimahi Utara bisa diterima di Sekolah Rakyat. Dengan menjadi siswa di Sekolah Rakyat ini dia mengaku merasa terbantu, karena bisa mengurangi bebannya untuk menyekolahkan anaknya.
“Saya senang anak saya bisa diterima di Sekolah Rakyat, karena sebelumnya ingin sekolah di SMPN 5 Cimahi tapi sempat bingung karena untuk menuju ke sekolah terkendala dengan angkutan, karena kami tak punya kendaraan,” kata Oka.
Warga Anggaraja Kelurahan Cipageran ini juga menyatakan siap jika anaknya harus tinggal di asrama bersama dengan teman-temannya untuk mengkiuti pembelajaran di Sekolah Rakyat.
“Suami saya pekerjaannya jualan asongan, tapi karena saat ini sakit jadi Cuma bisa terbaring. Alhamdulillah anak saya bisa diterima walaupun waktu itu saya mendaftarkan anak menjelang penutupan,” katanya.