Kasus Tewasnya Pemilik Salon Masih Abu-abu, Pak RT Rasa Ada yang Janggal dengan Tetangga Exa
Limawaktu.id - Teka-teki tewasnya Asep Sahroni alias Exa (43) di rumah kontrakannya di Kampung Cimindi Timur, RT 05/RW 23, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi belum terungkap.
Sebelumnya, pemilik salon itu ditemukan tak bernyawa pada Rabu (29/1/2020) sekitar pukul 08.00 WIB. Ada sejumlah luka sobek di bagian kepala dan lengannya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Cimahi, AKP Yohannes Redhoi Sigiro mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan saat ini masih berlangsung proses penyelidikan.
"Sekarang kita masih lakukan penyelidikan. Doakan saja segera terungkap," ujar Yohannes, saat dihubungi, Jumat (31/1/2020).
Dari luka yang didapat, kemudian hilangnya sepeda motor korban serta ponsel, dugaan sementara ada motif pembunuhan dibalik meninggalnya Exa. "Belum bisa kami pastikan. Petunjuk sudah ada, tapi masih kami lidik. Tapi dari TKP yang pasti ponsel dan motor korban itu hilang," jelasnya.
Sementara pemeriksaan saksi dilakukan oleh petugas di Polsek Cimahi Selatan. "Untuk saksi sampai saat ini masih diperiksa di Polsek Cimahi Selatan, nanti kalau ada perkembangan akan diinformasikan," tandasnya.
Terpisah, Ketua RT 05, Asep Sopandi menuturkan, Exa terakhir kali terlihat pada Selasa (27/1/2020) jam 03.00 WIB ketika ia bersama warga lainnya tengah melaksanakan ronda.
"Saya lihat dia terakhir jam 3 pagi, kebetulan saya lagi ronda. Engga sempat nanya dia dari mana, pokoknya hanya lihat dia sedang memasukkan motor ke teras kontrakannya," ungkapnya.
Setelah malam itu, ia maupun warga lainnya tak lagi melihat Exa keluar dari kontrakan. Bahkan salonnya pun ikut tertutup ditambah ponsel Exa tak bisa dihubungi hingga Rabu pagi.
"Apalagi motornya Exa engga ada di teras. Kursi yang biasa buat pelanggan salon juga posisinya menutupi pagar," jelasnya.
Saat dicek dan pintu kontrakannya didobrak warga, ia kaget melihat Exa tertelungkup tanpa atasan dengan tubuh penuh luka dan darah mengering disampingnya.
"Saya cek ke dalam itu ada bercak darah cukup banyak di tembok. Kalau yang di dekat badan Exa itu sangat banyak tapi sudah mengering. Saya langsung telepon polisi," jelasnya.
Sejak korban tak terlihat, ia merasakan ada yang janggal pada sosok tetangga Exa bernama Joseph yang tak mendengar ada kegaduhan saat kejadian. Ditambah, dua hari setelah kejadian dugaan pembunuhan itu, Joseph memutuskan pindah kontrakan.
"Bukannya curiga, tapi sedang ada kejadian seperti ini kan semua warga sedang dipantau, kalaupun mau pindah, minimal dia laporan ke saya, bukannya tiba-tiba pergi," tegasnya.
Ia dan warga lainnya berharap pelaku dugaan pembunuhan terhadap Asep alias Exa bisa segera terungkap. "Ya harapannya segera terungkap, korban itu orang baik," pungkasnya.