Surga Tersembunyi di Tengah Hutan Bernama Sanghyang Heuleut
Limawaktu.id - Pernahkah Anda melompat dari ketinggian 8 meter yang disambut air dengan kedalaman hingga 15 meter? Jika menyukai tantangan, sensasi itu anda ditemukan di objek wisata Sahhyang Heuleut.
Sanghyang Heuleut adalah surga wisata tersembunyi yang berada di Rajamandala Kulon, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Keindahan danau kecil dengan air berwarna hijau yang dikelilingi bebatuan besar itu sangat cocok dijadikan destinasi wisata. Terutama bagi petualang.
Sanghyang memiliki arti 'sesuatu yang dianggap suci' dan heuleut berarti 'selang antara dua waktu'. Sebab konon katanya wisata itu dulunya dijadikan tempat mandi bidadari, maka Sanghyang Heuleut diartikan tempat suci yang dikunjungi bidadari yang memiliki waktu berbeda dengan manusia.
Tempat wisata yang berada di tengah hutan dan diapit tebing itu konon katanya merupakan danau purba yang merupakan hasil letusan Gunung Api Purba yang bernama Gunung Sunda. Peninggalan itu bisa dilihat dari danaunya yang dikelilingi bebatuan besar dan menjulang tinggi.
Selain bebatuan besar, terdapat saluran air terjun kecil yang mengalir dari Sungai Citarum Purba. Aliran Sungai Citarum Purba itulah yang mengairi danau hijau Sangyang Heuleut.
Kemudian, bagi Anda yang ingin berpetualang ke Sanghyang Heuleut, sebaiknya menyiapkan kondisi fisik yang fit dan prima. Sebab, dari lokasi parkir dan loket pembayaran yang berada di sekitar PLTA Saguling, Anda harus menempuh perjalanan sejauh 5 kilometer.
"Kalau diwaktu, tadi jalan kaki itu sekitar satu jam dari tempat parkir. Lumayan lelah juga," ujar Ubay Rohman (28), wisatawan asal Kota Bandung, belum lama ini.
Bagi Anda penyuka hiking dan tracking, akses jalan kaki menuju Sanghyang Heuleut sangat cocok masuk dalam kalender liburan. Awal perjalanan, Anda akan disambut oleh megahnya instalasi pipa air bendungan Saguling, yang merupakan sumber tenaga PLTA Saguling.
Kemudian, perjalanan akan dilanjut dengan menempu jalan setapak landai dan menurun tajam di tengah hutan yang masih alami. Berbagai jenis tumbuhan dan pohon menjadi teman sejuk Anda sebagai pengganti keringat yang mengucur sepanjang perjalanan.
Selepas melewati turunan, suguhan aliran sungai yang jernih dan bebatuan akan menyambut perjalanan Anda. Ada pula warung milik warga setempat. Itu belum sampai ke danau yang dituju, sebab Anda harus melanjutkan perjalanan dengan menelusuri pinggiran tebing kawasan hutan.
Anda harus lebih berhati-hati. Sebab jalanan mulai terjal dan berbatu. Pihak pengelola membuat sejumlah jembatan mini di antara bebatuan untuk memperlancar perjalanan para wisatawan.
Setelah melewati perjalanan sekitar satu jam dan cukup menguras keringat, Anda akan menjumpai beberapa pemilik warung terakhir, yang artinya sudah sampai di tempat tujuan. Setelah melihat airnya yang berwarna hijau, bebatuan besar kemudian ditambah panorama alam yang masih asri, dijamin perjalanan panjang Anda akan terbayarkan.
"Tadi sangat capek. Tapi pas sampe sini, terbayar semuanya. Saya gak bisa renang, tapi tergoda sekali ingin renang karena airnya jernih. Jadinya sewa pelampung," kata Ubay.
Kedalaman air dan tingginya tempat loncat pun sangat cocok bagi Anda yang suka adrenalin. Jangan khawatir, bagi Anda yang tak bisa berenang dan tak menyukai ketinggian, pengelola sudah menyiapkan pelampung yang disewakan seharga Rp 10 ribu saja. Sepuasnya.
Untuk menikmati panorama alam Sanghyang Heuleut, akan cukup membayar Rp 15 ribu per orang. Harga yang masih tergolong murah jika dibandingkan dengan suguhan panorama alam dan keindahan tempat wisatanya.
"Iya sebanding lah kalau harga tiket sama tempat wisatanya," ucap Ubay.